Beasiswa BPJS Rp 18 Juta Cukup Untuk Biaya Hidup dan Pendidikan

Beasiswa BPJS Rp 18 Juta Cukup Untuk Biaya Hidup dan Pendidikan

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2014 13:55 WIB
Beasiswa BPJS Rp 18 Juta Cukup Untuk Biaya Hidup dan Pendidikan
Jakarta - Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sudah menyebar beasiswa senilai Rp 420 miliar kepada 250 mahasiswa dalam tiga tahun terakhir.

Dalam setahun mahasiswa ini memperoleh Rp 18 juta pertahun atau Rp 1,5 juta per bulan. Bisa dipergunakan untuk apa saja?

Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Jefry Haryadi menjelaskan, dana Rp 1,5 tersebut akan meliputi biaya hidup sebesar Rp 1 juta dan biaya pendidikan Rp 500 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rp 1 juta untuk biaya hidup, Rp 500 ribu untuk biaya pendidikan," kata dia saat ditemui di Kampus UI, Depok, Selasa (14/10/2014).

Dana tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang harus ditanggung mahasiswa selama menempuh pendidikannya.

"Nilai tersebut tentu tidak besar. Tapi menurut saya, sesuatu yang besar tidak akan terjadi bila yang kecil tidak dimulai. Jadi sebagai langkah awal kita mulai dengan yang kecil terlebih dahulu dengan harapan bisa memberi snowball effect, yang pada akhirnya dapat memberi hasil yang lebih besar," papar dia.

Dikatakan dia, memang saat ini beasiswa tersebut baru bisa dirasakan oleh 60 orang mahasiswa saja. Tetapi, kedepannya diharapkan program serupa juga bisa dinikmati oleh lebih banyak mahasiswa di seluruh universitas di Indonesia.

"Setelah jadi BPJS Ketenagakerjaan, ini baru pertamakali kami menggelar program ini. Kedepan kami akan lakukan di seluruh universitas yang ada di seluruh Indonesia," pungkas dia.

Gaet Mitra Investasi

Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, badan ini menggalang dana dari mitra investasinya seperti manajer investasi dan pengelola reksa dana.

"Kan kami di bagian investasi punya mitra-mitra pengelola dana investasi di pasar modal dan reksa dana. Meraka kan punya program-program untuk sosial jadi itu yang kai bantu arahkan," katanya.

Ia mengatakan, program ini sendiri sebenarnya bukan program baru bagi BPJS Ketenagakerjaan. Manakala badan ini masih bernama PT Jamsostek, pihaknya telah menjalankan program ini sebagai manfaat tambahan yang dananya diperoleh dari sebagain keuntungan pengembangan dana peserta.

"Yang beda sekarang sumberdanannya saja. Kami kan dalam mengembangkan dana peserta kami melakukan investasi, dan kami bermitra dengan manajer-manajer investasi. Nah, mitra investasi kami ini kami minta untuk menyisihkan sebagian keuntungannya untuk disalurkan dalam bentuk benefit ini," tutur dia.

Ditanya berapa target dana yang akan disalurkan untuk program ini, ia mengaku tidak membatasinya. "Tidak ada batasannya. Tapi tentu tergantung dari dana yang diperoleh dari mitra investasi tadi. Kami. Harapkan sebesar-besarnya," pungkas dia.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads