PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengaku siap membiayai kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Perseroan mengaku tidak perlu suntikan dana dari pemerintah untuk membiayai KPR ini.
Hal tersebut sekaligus menjawab munculnya kembali wacana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk mengakusisi BTN dalam rangka memperbesar BTN menjadi bank khusus pembiayaan perumahan.
Direktur Utama BTN Maryono mengaku, tanpa ada suntikan dana dari pemerintah, pihaknya masih mampu untuk membiayai KPR untuk masyarakat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maryono menjelaskan, hal paling penting dalam pengembangan bisnis perseroan adalah dukungan pemerintah.
"Kita perlu support berupa kemudahan bagaimana kita bisa membuka jaringan, network kerjasama dengan BUMN dan daerah lainnya sehingga baik. Kemudian program perumahan rakyat ditambah itu bisa menjadi percepatan," tegas dia.
Maryono menyebutkan, saat ini total aset perseroan mencapai Rp 142 triliun. Dengan kerjasama melalui perusahaan pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), perseroan akan mampu mengembangkan bisnisnya ke depan.
"Kita tetap konsentrasi lokal dan pembiayaan perumahan, kita sudah melakukan kerjasama dengan SMF di mana ini sebagai back-up yang sewaktu-waktu memiliki funding sebagai secondary sehingga masalah likuiditas dan modal bisa dari sini," pungkasnya.
(drk/ang)











































