Ketua Harian Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Nur Hasan Kurniawan mengatakan, hingga saat ini aset DPLK dalam pengelolaan dana pensiun baru mencapai Rp 31 triliun dari 1,5 juta pekerja. Sementara untuk dana pensiun pemberi kerja, pesertanya baru 2 juta pekerja.
"Pesertanya baru mencapai 3,5 juta atau 5,4% dari total pekerja formal 63 juta," kata Nur Hasan saat konferensi pers di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah usia lanjut pada 2050 akan bertambah tiga kali lipat dari sekarang. Dua puluh tahun dari sekarang, saya nggak kebayang. Orang yang nggak punya dana pensiun ini akan jadi beban negara," tegasnya.
Dikatakan Nur Hasan, saking kurangnya kesadaran masyarakat itu, mempersiapkan dana pensiun menjadi kebutuhan yang kalah dari konsumsi untuk membeli gadget.
"Orang Indonesia konsumtif, karena biasanya ingin mencicil. Untuk masa depan dinomorsekiankan. Kalau kita pasang iklan edukasi di koran akan kalah dengan iklan ponsel dencan cicilan bunga 0%," keluhnya.
Oleh karena itu, Nur Hasan menyebut, ke depan perlu digalakkan edukasi yang lebih masif agar pekerja di Indonesia sadar akan pentingnya hal ini. "Edukasi itu yang penting," ujarnya.
(zul/hds)











































