"Ini tahun susah, bukan tahun bagus. Banyak bank profit-nya nggak naik. Hanya sedikit bankir yang bisa profit-nya naik," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (23/10/2014)
Hingga September 2014, laju pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 12,4% menjadi Rp 506,5 triliun dibandingkan dengan September 2013 sebesar Rp 450,8 triliun. Atas kinerja tersebut, asset Bank Mandiri pada akhir September 2014 mengalami pertumbuhan year on year sebesar 14,0% menjadi Rp 798,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara sektoral, kredit bank pelat merah itu ke sektor produktif tercatat tumbuh 14,3% menjadi Rp 389,4 triliun dengan pertumbuhan kredit investasi sebesar 10,8% dan kredit modal kerja sebesar 16,4%.
Sektor Konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 23,9%, sementara sektor Industri Pengolahan mencatat penyaluran terbesar yaitu sebesar Rp 96,1 triliun, disusul oleh sektor Perdagangan, Restoran dan Hotel yang mencapai Rp 82,7 triliun.
Sementara Dana Pihak Ketiga yang dihimpun Bank Mandiri tumbuh 14,9% menjadi Rp 590,9 triliun pada September 2014 dari Rp 514,2 triliun di September 2013. Dari capaian itu, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri sampai dengan triwulan ketiga 2014 mencapai Rp 361,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan giro sebesar 16,4% atau Rp 18,5 triliun hingga mencapai Rp 131,5 triliun.
(mkl/ang)











































