"Bank Mandiri Kalau Terpeleset Ongkosnya Mahal"

"Bank Mandiri Kalau Terpeleset Ongkosnya Mahal"

- detikFinance
Kamis, 23 Okt 2014 17:45 WIB
Bank Mandiri Kalau Terpeleset Ongkosnya Mahal
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) cukup berhati-hati dalam menjalankan roda bisnis pada tahun ini. Mengingat adanya ketidakpastian perekonomian global. Bila tidak, maka Mandiri bisa saja terpeleset dan berakibat fatal.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menuturkan, bank harus berada dalam posisi likuditas yang sehat. Itu akan menjadi fokus utama Bank Mandiri terhadap berbagai gejolak.

"Bank Mandiri nggak boleh kepeleset. Karena kalau kepeleset bisa mahal sekali ongkosnya negara untuk bailout Bank Mandiri," ujarnya saat paparan kinerja di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (23/10/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Likuiditas yang ketat menjadi bagian dari arahan Bank Indonesia (BI). Di mana sebelumnya telah menaikan suku bunga untuk meredam akses kredit perbankan. Dengan tujuan memperlambat ekonomi.

"Kita sudah menjalankan balancing dengan cukup. Makanya likuiditas kita cukup," terangnya.

Bila kedua hal tersebut sudah terpenuhi, kata Budi selanjutnya Bank Mandiri memikirkan persoalan keuntungan.

"Jadi pokoknya kita yang pertama itu adalah likuditas, kedua adalah akses kredit dan ketiga adalah marjin," terangnya.

Budi menyampaikan perseroan sudah cukup teruji dengan krisis ekonomi. Seperti pada 2008, yang mampu tetap kokoh di tengah banyak negara dengan perbankan yang jatuh.

"Buat kita yang sudah pernah mengalami krisis. Ini bukan masalah lagi," kata Budi

Pada triwulan III, Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp 14,5 triliun. Tumbuh 12,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12,8 triliun.

"Tumbuh 13% itu adalah angka yang cukup baik untuk kondisi sekarang," tukasnya.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads