Dosen Ekonomi Palembang Dapat Kuliah Jasa Keuangan Syariah dari OJK

Dosen Ekonomi Palembang Dapat Kuliah Jasa Keuangan Syariah dari OJK

- detikFinance
Jumat, 24 Okt 2014 11:00 WIB
Dosen Ekonomi Palembang Dapat Kuliah Jasa Keuangan Syariah dari OJK
Palembang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar edukasi di Palembang. Kali ini menyasar kalangan Akademisi Khususnya Dosen yang mengajar di sektor ekonomi syariah.

Menggandeng Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (Fordebi), acara Seminar Nasional yang bertajuk "Penguatan Industri Keuangan dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Syariah (MEA) 2015" ini digelar di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang (24/10/2014).

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Muliaman D Hadad dalam sambutannya menyebutkan bahwa edukasi kali ini penting dilakukan untuk mengungkap berbagai peluang dan tantangan di sektor ekonomi syariah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena lembaga keuangan syariah di Indonesia berkembang dengan pesat. Bisa dilihat dari banyaknya jenis lembaga keuangan syariah di Indonesia, seperti perbankan, pasar modal, asuransi, perusahaan pembiayaan, pegadaian, dan penjaminan syariah," sebut dia.

Peluang ini, lanjut dia, tentu dibarengi dengan adanya tantangan. Apa lagi, saat ini penguasaan pasar atau market share lembaga keuangan syariah ini dalam 10 tahun terakhir baru mampu menyentuh sebesar 5%.

"Ini tantangan yang perlu jadi pemikiran. Para dosen keuangan syariah perlu memberikan masukan dan saran pada regulator dan industri mengenai apa saja yang perlu dilakukan agar market share syariah bisa bertambah sehingga bisa mendukung financial inclusion," tuturnya.

Ia menyebut, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat perlu dilakukan pendalaman pasar ekonomi syariah. Salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan edukasi.

Dalam hal ini, lanjut dia, peran Dosen dianggap cukup penting karena memiliki akses langsung untuk untuk memberikan edukasi syariah pada mahasiswa sebagai kelompok yang akan masuk menjadi bagian dari masyarakat.

Para Dosen lanjut dia, juga bisa memberikan kontribusi dengan mempersiapkan rancangan micro Islamic finance atau lembaga keuangan mikro syariah sehingga masyarakat kecil dapat tersentuh oleh lembaga keuangan syariah.

"Ini konsepnya harus jelas. Bagaimana micro Islamic finance perlu dibangun dengan konsep yang solid. Saya ingin bantuan dari dosen syariah. Coba dibuat working group. Diskusikan secara dalam," sambung dia.

Dengan meningkatkan peran dosen dan kalangan akademisi maka prospek ekonomi syariah di Indonesia yang besar dapat dimaksimalkan.

(dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads