Adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Pos Indonesia (Persero) yang ditunjuk untuk menyalurkan 3 kartu ini. Rini Soemarno, Menteri BUMN, yakin 2 perusahaan pelat merah tersebut mampu menyalurkan tepat sasaran.
"Saya yakin tepat sasaran. Pada dasarnya, 86% data masih sama dengan data 2013," kata Rini kala ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPS ini kemudian diubah menjadi Kartu Keluarga Sejahtera. Pada saat yang sama, karena ini keluarga tentunya mereka mempunyai putra-putri yang membutuhkan bantuan untuk sekolah. Makanya ada Kartu Indonesia Pintar," jelas Rini.
Untuk tahap awal, Kartu Keluarga Sejahtera akan diberikan kepada 1 juta keluarga. Sementara Kartu Indonesia Pintar akan dibagikan kepada sekitar 200.000 siswa, dan Kartu Indonesia Sehat diberikan kepada sekitar 4 juta warga.
Selain untuk membantu menjaga daya beli, tambah Rini, kartu-kartu ini juga bisa mendorong masyarakat untuk mengenal layanan perbankan. "Ada 1 juta orang langsung punya rekening di Bank Mandiri. Semuanya itu akan tertransfer di Bank Mandiri," katanya.
Langkah ini, menurut Rini, juga bisa membantu masyarakat terhadap pengelolaan keuangan. "Ini adalah simpanan produktif. Kami harapkan mereka tidak ambil semuanya. Tujuan kita harapannya bagaimana masyarakat bisa menyimpan," tuturnya.
(hds/hen)











































