Menteri Rini Yakin BUMN Bisa Salurkan Kartu 'Sakti' Jokowi Tepat Sasaran

Menteri Rini Yakin BUMN Bisa Salurkan Kartu 'Sakti' Jokowi Tepat Sasaran

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2014 15:58 WIB
Menteri Rini Yakin BUMN Bisa Salurkan Kartu Sakti Jokowi Tepat Sasaran
Rini Soemarno, Menteri BUMN
Jakarta - Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan 3 kartu yang terkait kesejahteraan masyarakat yaitu Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Kartu-kartu ini rencananya akan dibagikan kepada lebih dari 80 juta masyarakat yang membutuhkan.

Adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Pos Indonesia (Persero) yang ditunjuk untuk menyalurkan 3 kartu ini. Rini Soemarno, Menteri BUMN, yakin 2 perusahaan pelat merah tersebut mampu menyalurkan tepat sasaran.

"Saya yakin tepat sasaran. Pada dasarnya, 86% data masih sama dengan data 2013," kata Rini kala ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun lalu, pemerintah menerbitkan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang didistribusikan melalui Pos Indonesia. Dengan memiliki KPS, rumah tangga berhak menerima program-program perlindungan sosial seperti beras untuk masyaakat miskin (raskin) atau Bantuan Siswa Miskin (BSM).

"KPS ini kemudian diubah menjadi Kartu Keluarga Sejahtera. Pada saat yang sama, karena ini keluarga tentunya mereka mempunyai putra-putri yang membutuhkan bantuan untuk sekolah. Makanya ada Kartu Indonesia Pintar," jelas Rini.

Untuk tahap awal, Kartu Keluarga Sejahtera akan diberikan kepada 1 juta keluarga. Sementara Kartu Indonesia Pintar akan dibagikan kepada sekitar 200.000 siswa, dan Kartu Indonesia Sehat diberikan kepada sekitar 4 juta warga.

Selain untuk membantu menjaga daya beli, tambah Rini, kartu-kartu ini juga bisa mendorong masyarakat untuk mengenal layanan perbankan. "Ada 1 juta orang langsung punya rekening di Bank Mandiri. Semuanya itu akan tertransfer di Bank Mandiri," katanya.

Langkah ini, menurut Rini, juga bisa membantu masyarakat terhadap pengelolaan keuangan. "Ini adalah simpanan produktif. Kami harapkan mereka tidak ambil semuanya. Tujuan kita harapannya bagaimana masyarakat bisa menyimpan," tuturnya.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads