Rupiah Sedikit Terangkat ke Rp 9.125

Rupiah Sedikit Terangkat ke Rp 9.125

- detikFinance
Senin, 17 Jan 2005 17:02 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin (17/1/2005) ditutup sedikit menguat ke posisis Rp 9.125 per US$ 1 dibandingkan penutupan pekan kemarin yang berada di Rp 9.160 per US$ 1. Diyakini penguatan karena adanya intervensi dari bank sentral.Awalnya sejumlah pelaku pasar memperkirakan rupiah akan anjlok lagi menyusul dihapuskannya FASBI overnight yang menyebabkan adanya kelebihan likuiditas. Namu kelihatannya para pemodal ini mengalihkan dananya ke pasar modal."Hari ini kan fasilitas BI yang overnight dihapuskan sehingga tinggal FASBI jangka waktu seminggu. Ya akibatnya ada kelebihan likuiditas. Para pemodal itu mulai melirik membeli dolar AS," kata Hindria Listyadi dari Bank BNI di Jakarta.Sentimen negatif lainnya yang menekan rupiah adalah sikap keragu-raguan pemerintah untuk menindaklanjuti hasil sidang Paris Club. Hasil PC juga dinilai tidak optimal karena hanya memberikan penundaan pembayaran pada masa penilaian kerusakan yakni kurang lebih 3 bulan.Namun, lanjut Hindria, terdapat pula sentimen positif yang memperingan tekanan pada rupiah yakni menguatnya Yen Jepang atas dolar AS. Disamping juga kemungkinan adanya aliran dana masuk ke dalam negeri menyusul digelarnya Infrastructure Summit yang digelar 17-18 Januari 2005 ini.Saat pembukaan rupiah terpantau dikisaran Rp 9.135 per US$ 1 dan ditutup dikisaran Rp 9.125 per US$ 1. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads