Sama Seperti RI, Thailand Juga Serukan Waspada Hot Money

Laporan dari Bangkok

Sama Seperti RI, Thailand Juga Serukan Waspada Hot Money

- detikFinance
Jumat, 14 Nov 2014 17:08 WIB
Sama Seperti RI, Thailand Juga Serukan Waspada Hot Money
Bangkok - Aliran dana asing yang deras tidak hanya menjadi isu di Indonesia. Di Thailand pun senada. Sang Menteri Keuangan juga mewanti-wanti pelaku ekonomi untuk waspada terhadap dampak negatif dari aliran modal asing ini.

Arus modal yang harus diwaspadai adalah investasi di pasar modal yang berjangka pendek alias hot money. Jika investor asing menanamkan modal di sektor riil, tentunya itu hal yang lebih positif.

โ€œHati-hati dengan aliran modal jangka pendek. Kita harus perhatikan betul dampaknya,โ€ tegas Sommai Phasee, Menteri Keuangan Thailand, dalam acara ASEAN Sustainable Development Symposium 2014 di Hotel Le Meridien, Bangkok, Jumat (14/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip riset Kasikornbank, salah satu bank papan atas di Thailand, dana investor asing di pasar keuangan Negeri Gajah Putih mencapai 260 miliar baht atau sekitar Rp 96,2 triliun. Ini menyebabkan mata uang baht (seperti halnya rupiah) sangat rentan naik-turun jika ada sentimen yang dianggap tidak nyaman bagi investor asing.

Meski harus waspada, Sommai menilai ekonomi Thailand saat ini masih cukup sehat. Meskipun dilanda berbagai pergolakan politik, Thailand masih mampu bertahan.

โ€œBaik buruknya, kita melihat politik naik-turun. Namun kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa,โ€ tegasnya.

Selain itu, lanjut Sommai, Thailand juga sudah bersiap jika kondisi darurat terjadi. Thailand bisa memanfaatkan semacam cadangan devisa bersama yang berada dalam kerangka ASEAN Plus 3, yaitu Chiang Mai Initiative.

โ€œKita harus kuat dalam manajemen risiko. Thailand sudah berkomitmen dalam kerangka ASEAN Plus 3 yaitu Chiang Mai Initiative. Ini bisa mengurangi dampak volatilitas kurs,โ€ jelasnya.

(hds/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads