Kenaikan Harga BBM Bisa Sebabkan Peningkatan Kredit Bermasalah

Kenaikan Harga BBM Bisa Sebabkan Peningkatan Kredit Bermasalah

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2014 13:38 WIB
Kenaikan Harga BBM Bisa Sebabkan Peningkatan Kredit Bermasalah
Jakarta - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi resmi naik sebesar Rp 2.000 per liter. Kebijakan ini tentu sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk di sektor perbankan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menerangkan, kenaikan harga BBM terutama akan berdampak pada peningkatan kredit bermasalah (Non Performing Loan//NPL). Namun, hal itu tidak perlu dikhawatirkan lantaran hanya bersifat sementara.

"Saya kira itu kan seasonal (musiman). Memang tanpa isu ini (kenaikan harga BBM) slowing business akan menyebabkan NPL," ujar dia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (17/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muliaman mengatakan, kenaikan NPL memang sulit dihindari pasca kenaikan harga BBM. Namun, bila pengalihan subsidi BBM tersebut sudah mulai efektif disalurkan ke sektor produktif, maka ekonomi akan bergerak lebih sehat. Dampaknya, NPL akan turun dengan sendirinya.

"Selama ini ada peningkatan NPL, tetapi akan menurun dengan sendirinya. Kalau nanti growth (pertumbuhan) kredit naik lagi, NPL akan turun," tuturnya.

Bagi perbankan, lanjut Muliaman, dampak kenaikan harga BBM yang paling terasa adalah lonjakan inflasi. Namun, dia juga menilai tekanan inflasi hanya temporer.

"Nanti ada tekanan pada inflasi, tetapi dia temporer dan turun pada bulan ke-3. Mudah-mudahan sesudah itu kita punya fondasi yang lebih kuat untuk menata kembali daya saing kita," kata dia.

Menurut Muliaman, sebenarnya pelaku industri jasa keuangan sudah mengantisipasi kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, dia menilai tidak ada hal yang perlu dicemaskan berlebihan.

"Ini sebenarnya sudah diantisipasi lama oleh pelaku bisnis. Saya kita sudah prepare," ucapnya.

(dna/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads