Terkait Percepatan Konsolidasi Bank
BI Kantongi Nama Anchor Bank
Selasa, 18 Jan 2005 14:59 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia saat ini telah memiliki daftar nama-nama bank yang akan menjadi anchor bank atau bank jangkar terkait dengan proses percepatan konsolidasi perbankan pada tahun 2005 ini. Hal tersebut diungkapkan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom usai menjadi pembicara dalam The Second International Conference Indogas 2005 di JCC, Senayan, Selasa (18/1/2005).Namun demikian Miranda mengaku belum bisa menyebutkan nama-nama bank yang masuk dalam daftar anchor bank tersebut dengan alasan masih berkembangnya kondisi bank tersebut. Menurut Miranda, BI masih akan mengevaluasi nama-nama bank yang masuk dalam daftar itu. "Achor bank namanya sudah ada, tapi saya tidak bisa katakan karena masih dilihat lagi secara jangka panjang. Karena sifatnya masih dinamis, kadang pada saat ini bagus, satu saat bisa buruk lagi," ujar Miranda.Yang jelas, tambahnya, kriteria-kriteria bank yang akan menjadi anchor bank adalah bank tersebut harus kuat baik dari sisi permodalan atau lainnya, serta memiliki visi yang bagus dan mengacu pada API (Arsitektur Perbankan Indonesia).Selain itu, bank yang akan menjadi anchor bank itu merupakan bank yang terkuat di levelnya. Ia mencontohkan misal untuk bank-bank level kecil, maka anchor yang dipilih juga bank kecil namun merupakan yang terkuat di levelnya. Sebelumnya, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, BI akan segera menunjuk bank untuk menjadi anchor bank dalam rangka proses percepatan konsolidasi perbankan yang baru-baru ini dicanangkan BI.Percepatan konsolidasi sendiri ditempuh karena banyaknya bank kecil yang harus ditingkatkan permodalannya baik dengan merger, akuisisi dan pembangunan institusi. Menurut Burhanuddin, konsolidasi perbankan yang selama ini diserahkan pada mekanisme pasar ternyata tidak berjalan dengan semestinya. Untuk itu BI akan langsung mengarahkan proses merger dan akuisisi dengan menunjuk sejumlah anchor bank.
(qom/)










































