Bank Indonesia mengkalaim bahwa stabilitas kebijakan ekonomi nasional telah meningkatkan kepercayaan investor global kepada Indonesia. Hal ini tergambar dari besarnya aliran dana masuk ke tanah air yang konon tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah.
"Investasi protofolio selama Januari sampai pertengahan November 2014 mencapai Rp 177,75 triliun. Jumlah itu jauh lebih besar dari keseluruhan tahun 2013 yang hanya Rp 35,9 triliun," ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo dalam sabutannya pada acara Bankers Dinner di JCC, Jakarta, Kamis (20/11/2014).
Aliran ini, lanjut dia, menambah gairah investasi di Pasar Saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Meningkatnya kepercayaan investor global, kata dia, juga didukung oleh kondisi pasar keuangan yang terus membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini ditambahkannya, telah menopang surplus Neraca Pembayaran Indonesia sehingga kecukupan cadangan devisa tetap tercagai.
"Sampai Oktober 2014 cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 112 miliar setara 6,4 bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah," papar dia.
Dalam pidatonya, Agus juga melaporkan tekanan inflasi menunjukkan tren penurunan. Sampai Triwulan III-2014, tingkat inflasi menunjukkan tren penurunan mencapai 4,53%. Lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,4%.
(dna/hen)











































