Rasio Penjualan Bank Mutiara Tertinggi Sepanjang Sejarah LPS

Rasio Penjualan Bank Mutiara Tertinggi Sepanjang Sejarah LPS

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 08:25 WIB
Rasio Penjualan Bank Mutiara Tertinggi Sepanjang Sejarah LPS
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah mengelola PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) selama 5 tahun. Pada tahun ke-6, LPS harus melepas Bank Mutiara. Kini, eks Bank Century tersebut sudah dimiliki perusahaan investasi asal Jepang, J Trust.

Dengan membayar Rp 4,41 triliun secara tunai, J Trust kini memiliki 99% saham Bank Mutiara. Sementara nilai suntikan modal LPS ke bank tersebut mencapai lebih dari Rp 8 triliun.

Kartika Wirjoatmodjo, Kepala Eksekutif LPS, menyebutkan bahwa UU menyebutkan pihaknya harus melepas bank di bawah pengawasan tanpa harus merujuk ke nilai suntikan modal pada tahun ke-6. Penawaran tertinggi lah yang akan dimenangkan, meski tidak setara dengan suntikan modal yang sudah diberikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya kan pelaksana UU. Penyusun UU ini adalah pemerintah dan DPR. Ini adalah keputusan politik,” katanya kala berbincang dengan detikFinance di kantornya, Jumat (21/11/2014).

Menurut Kartika, LPS sudah berupaya optimal dalam penjualan Bank Mutiara. Bank tersebut laku terjual dengan catatan 3,5 kali nilai wajarnya. Rasio pengembalian (recovery rate) adalah sekitar 55%.

Kartika menyebutkan, recovery rate 55% adalah rekor tertinggi selama keberadaan LPS. Selama 9 tahun, rata-rata recovery rate LPS adalah 30-40%.

“Kita sudah tutup 60 BPR (Bank Perkreditan Rakyat), itu semua recovery-nya cuma 20-30%. Kerja kita itu day to day me-recover bank yang sudah rusak. Kalau lebih dari 50% itu dibandingkan dengan average LPS sendiri sudah tinggi sekali,” jelasnya.

Dibandingkan dengan recovery rate di masa Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pun, lanjut Kartika, penjualan Bank Mutiara sudah cukup tinggi.

“BPPN itu 30-40%. Dibandingkan dengan likuidasi LPS dan BPPN, itu (recovery rate Bank Mutiara) tinggi sekali,” katanya.

(hds/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads