Bank BUMN Rata-rata Punya Lebih dari 10 Direksi, Perlukah?

Bank BUMN Rata-rata Punya Lebih dari 10 Direksi, Perlukah?

- detikFinance
Senin, 01 Des 2014 11:48 WIB
Bank BUMN Rata-rata Punya Lebih dari 10 Direksi, Perlukah?
Jakarta - Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) punya direksi cukup banyak. Salah satunya adalah perusahaan pelat merah yang bergerak di industri perbankan.

Menurut Pakar Manajemen Rhenald Kasali, jumlah direksi dalam tubuh organisasi biasanya disesuaikan dengan masalah yang dihadapi. Semakin rumit industri yang dijalankan, maka semakin banyak pula direksi yang dibutuhkan.

Namun demikian, terlalu banyak direksi juga bisa bikin repot, terutama saat pengambilan keputusan. Dibutuhkan kekompakan yang tinggi untuk bisa menyatukan suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau direksi banyak semakin repot mengelola perusahaan. Kita kan harus mengambil keputusan secara kolektif," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Senin (1/12/2014).

Rhenald menambahkan, selama jumlah direksi yang banyak itu bisa bekerja efektif dan efisien, apalagi menghasilkan kinerja yang baik maka seharusnya tidak ada masalah.

Berikut ini jumlah direksi di bank-bank milik negara:

  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Bank milik negara ini punya 11 direksi termasuk dirut
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank pelat merah ini punya 11 direksi termasuk dirut
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) punya 10 direksi termasuk dirut
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Bank yang fokus menyalurkan KPR ini punya 6 direksi, 4 direksi belum direstui regulator. Totalnya ada 10 direksi
Tapi tak hanya bank BUMN, bank swasta nasional maupun asing juga punya jumlah direksi yang 'gemuk'. Rata-rata jumlahnya di atas 10 direksi.

Contohnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) punya 10 direksi dan PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) punya 11 direksi. Jumlah direksi bank asing juga banyak, seperti di JPMorgan Chase & Co ada 11 direksi dan Citigroup punya 13 direksi.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads