Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebutkan, ini merupakan dampak dari kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Karena dari penghematannya, bisa digunakan untuk pemenuhan belanja.
"Setelah adanya penyesuaian harga BBM, terdapat potensi penurunan target defisit APBN-P 2015 yang selanjutnya berpengaruh pada penurunan target pembiayaan dari SBN," ujar Bambang dalam acara investor gathering di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun depan, pemerintah berencana menerbitkan SBN Rp 277 triliun. Target ini yang akan diturunkan oleh Bambang pasca kenaikan harga BBM subsidi.
Pengurangan utang ini juga sebagai antisipasi risiko dari peningkatan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. Karena dapat mempengaruhi tingkat suku bunga global dan pada akhirnya dapat meningkatkan biaya utang pemerintah.
"Risiko ini tentunya menjadi perhatian utama pemerintah dalam penyusunan rencana pembiayaan di tahun depan," tukas Bambang.
(mkl/dnl)











































