Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara mengatakan, penurunan cadangan devisa ini dilakukan karena pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan penggunaan devisa untuk pengendalian moneter oleh BI.
"Posisi cadangan devisa per akhir November 2014 dapat membiayai 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," tutur Tirta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut perkembangan cadangan devisa Indonesia sepanjang tahun ini:
- Januari: US$ 100,651 miliar
- Februari: US$ 102,741 miliar
- Maret: US$ 102,6 miliar
- April: US$ 105,6 miliar
- Mei: US$ 107 miliar
- Juni: US$ 107,7 miliar
- Juli: US$ 110,5 miliar
- Agustus: US$ 111,2 miliar
- September: US$ 111,2 miliar
- Oktober: US$ 112 miliar
- November: US$ 111,1 miliar











































