Urusan Transaksi Non Tunai, Indonesia Masih Kalah dari Negara Afrika Ini

Urusan Transaksi Non Tunai, Indonesia Masih Kalah dari Negara Afrika Ini

- detikFinance
Jumat, 12 Des 2014 14:28 WIB
Urusan Transaksi Non Tunai, Indonesia Masih Kalah dari Negara Afrika Ini
Bukittinggi - Mayoritas atau 85% transaksi pembayaran di Indonesia masih memakai uang tunai. Artinya baru 15% sistem pembayaran menggunakan transaksi non tunai atau cashless.

Ternyata nilai transaksi non tunai RI masih kalah dengan sebuah negara kecil di Afrika, Kenya. Meski dilanda konflik, angka kriminal tinggi, hingga infrastruktur bank yang minim, tapi porsi transaksi non tunai Kenya mengungguli Indonesia.

"Saya pernah pergi ke salah satu negara Afrika. Di sana negara kecil, kriminal tinggi, perang saudara, infrastruktur perbankan minim. Itu negara Kenya, 1/3 dari GDP pembayaran lewat elektronik. Di kita 85% pembayaran pakai cash," kata VP Electronic Banking PT Bank Mandiri Tbk Budi Hartono saat acara media training di Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (12/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menjelaskan tingginya angka transaksi non tunai umumnya memakai pembayaran e-money dengan memanfaatkan teknologi hand phone atau telepon selurur. Teknologi sim card dan seluler diintegrasikan untuk pembayaran di Kenya sejak puluhan tahun lalu. Alasannya ialah pembayaran non tunai dinilai lebih aman.

"Karena kriminilatas tinggi. ATM hanya ada di dalam mal dan dijaga tentara. Ada jam malm sehingga picu penggunaan non cash," jelasnya.

Tidak hanya itu, bagi warga negara asing yang berpergian ke Kenya juga memanfaatkan transaksi non tunai. Umumnya turis asing pergi ke money changer untuk menukarkan uang tunai asal negaranya ke mata uang negara setempat saat tiba di bandara tapi di Kenya berbeda.

"Di negara kita, turis asing datang di Bandara Soetta. Mereka cari money changer. Mereka datang ke Kenya, sewa handset lokal. Beli sim card lokal. Mereka ubah US$ ke e-money. Bayar taksi, transaksi di web market pakai HP. Penggunaan sudah masif. Itu sangat bantu mereka," paparnya.

Tingginya transaksi non tunai juga terjadi di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Negeri jiran RI tersebut unggul soal edukasi hingga infrastruktur perbankan.

"Kenapa negara lain lebih maju? Karena mereka lebih maju. Malaysia dan Singapura maju karena edukasi tinggi, infrastruktur perbankan bagus. Sehingga sistem perbankan didominasi non cash," ujarnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads