Blusukan ini dilakukan dalam rangka memperkenalkan kepada lebih dari 1.200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih mengenal produk-produk perbankan.
Blusukan ini dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Setiono, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Firdaus Djaelani, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Internal Audit Ilya Avianti, ditemani Menteri Perekonomian Bidang Kemaritiman Indroyono Susilo dan Wakil Bupati Indramayu Supendi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kan orang kampung, ini sudah biasa, berkali-kalilah," katanya kepada wartawan di lokasi.
Muliaman juga tak segan-segan mengangkat ikan-ikan yang baru saja diambil dari kapal. Karena ikannya terlalu besar dan berat, Muliaman memilih ikan yang kecil untuk diangkat.
"Berat ya," kata dia.
Muliaman mengungkapkan, sektor maritim di Indonesia khususnya pelelangan ikan punya potensi tinggi. Untuk itu, perlu didorong perkembangannya, salah satunya melalui peningkatan anggaran sektor kemaritiman dalam APBN.
"Kalau kita ingin menjadikan maritim sebagai salah satu pilar, menurut saya harus lipatkan beberapa kali dari APBN sekarang. Mungkin bisa 3-4 kali dalam waktu 4-5 tahun ini," ucapnya.
Muliaman menyebutkan, para nelayan perlu mendapatkan modal yang memadai untuk bisa menggenjot hasil laut.
Meskipun begitu, perlu ada pendampingan agar risiko kredit macet bisa ditekan.
"Makanya sekarang kami gabung dengan asuransi, mudah-mudahan bisa menekan NPL. Karena kadang-kadang sakit, nggak bisa melaut, orang jadi ngga bayar utang (yang bikin NPL tinggi)," pungkasnya.
(drk/ang)











































