Penerimaan Migas, Cadangan Devisa Naik US$ 139,8 Juta
Rabu, 26 Jan 2005 09:30 WIB
Jakarta - Cadangan devisa Indonesia untuk posisi hingga 20 Januari 2005 mencapai US$ 36,03 miliar atau naik sebesar US$ 139,80 juta dibandingkan posisi minggu sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh penerimaan migas. Sementara untuk posisi uang primer mencapai Rp 183,84 triliun atau turun sebesar Rp 890 miliar. Menurut pengumuman BI, Rabu (26/1/2005), penurunan tersebut terutama disebabkan faktor musiman berupa menurunnya uang kertas dan uang logam yang diedarkan.Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat naik sebesar Rp 9,20 triliun hingga mencapai Rp 222,72 triliun, terutama disebabkan oleh pembayaran dana alokasi umum (DAU), kupon obligasi pemerintah, serta pinjaman luar negeri. Adapun Operasi Pasar Terbuka (OPT) secara netto memberikan dampak kontraksi sebesar Rp 5,99 triliun. Dengan perkembangan di atas, NDA (Net Domestic Asset) dalam minggu ini memberikan pengaruh kontraksi sebesar Rp 2,50 triliun sehingga mencapai Rp 11,36 triliun.
(qom/)











































