Tahun lalu, likuiditas di industri perbankan sempat seret sehingga menimbulkan 'perang' suku bunga. Maryono, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), memperkirakan likuiditas perbankan masih akan cukup ketat pada 2015.
Menurut Maryono, salah satu upaya untuk menghindari 'perang' suku bunga adalah melalui peran regulator dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya, OJK sudah mengeluarkan kebijakan yang memberi batas atas bunga deposito.
"Yang telah dilakukan OJK dengan mengatur suku bunga deposito perbankan bisa terus dilakukan. Saat ini selisih BI Rate dan suku bunga di pasar sudah terlalu jauh, dan itu semakin menekan perkembangan perbankan," kata Maryono dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (4/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Maryono, meski terkendala likuiditas, secara umum prospek perbankan pada 2015 terlihat positif. Ini karena pemerintah berkomitmen untuk membangun lebih banyak infrastruktur, sehingga ekonomi akan bergerak lebih cepat.
"Potensi ekonomi kita ke depan luar biasa. Pembangunan sektor riil akan banyak menggerakkan perekonomian rakyat, dan ini akan mendorong perekonomian secara keseluruhan termasuk perbankan," jelasnya.
Maryono juga mengapresiasi peran OJK yang mendorong perbankan untuk lebih terlibat dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
"OJK banyak melakukan kebijakan mendorong pembiayaan mikro, dan terus berusaha mengembangkan sektor asuransi dan industri keuangan non bank lainnya. Ini akan menjadi pasar yang baik bagi pertumbuhan industri perbankan," katanya.
(hds/hds)











































