Demikian dikutip dari siaran tertulis Bank Indonesia, Kamis (8/1/2015). Peningkatan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa hasil ekspor migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan penerimaan pemerintah lainnya dalam valuta asing.
"Di samping itu, simpanan valuta asing dan swap bank-bank dengan BI juga meningkat menjelang akhir tahun 2014. Untuk keseluruhan 2014, posisi cadangan devisa meningkat US$ 12,5 miliar dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar US$ 99,4 miliar," jelas Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Indonesia menilai level cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," kata Peter.
Berikut perkembangan cadangan devisa Indonesia selama 2014:
- Januari: US$ 100,651 miliar
- Februari: US$ 102,741 miliar
- Maret: US$ 102,6 miliar
- April: US$ 105,6 miliar
- Mei: US$ 107 miliar
- Juni: US$ 107,7 miliar
- Juli: US$ 110,5 miliar
- Agustus: US$ 111,2 miliar
- September: US$ 111,2 miliar
- Oktober: US$ 112 miliar
- November: US$ 111,1 miliar
- Desember: US$ 111,9 miliar











































