Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kerja sama tersebut akan mempermudah sesama bank untuk saling pinjam dana. Terutama untuk kecukupan likuiditas jangka pendek.
"Kalau repo ini kan untuk pinjam uang kan. Kalau ada bank dia butuh likuiditas dia bisa pinjam," katanya di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (14/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya juga Bank Mandiri punya obligasi Rp 1 triliun, saya repo dulu sebulan lebih saya balikin. Rate-nya beda-beda, tenornya beda-beda," jelasnya.
Budi melihat potensi besar untuk meningkatkan transaksi repo. Sejak dimulai pada 2013, nilai transaksi mencapai Rp 18 triliun. Pada 2014 meningkat menjadi Rp 38 triliun .
"Harusnya nanti juga bisa lebih besar lagi," ujar Budi.
Dengan repo, maka bank bisa mengakses sumber alternatif untuk menjaga kecukupan likuiditas. Bank tidak perlu menarik dana nasabah dengan iming-iming bunga tinggi, yang pada akhirnya menciptakan persaingan tidak sehat.
(mkl/hds)











































