Direktur Keuangan dan Umum Mandiri DPLK Rudi Rahman mengungkapkan, pencapaian tersebut akan dikejar dengan mengincar nasabah ritel. Tahun sebelumnya, porsi DPLK Mandiri masih didominasi institusi dan tahun ini akan difokuskan ke nasabah ritel.
Saat ini, total jumlah peserta mencapai 39.053 orang dan akan digenjot menjadi 112.889 peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjadi tantangan bagi perusahaan. Saat program tersebut wajib diikuti bagi semua perusahaan pada 1 Juli 2015 nanti, secara otomatis perusahaan akan lebih memilih mengalokasikan dana pensiun ke program pemerintah.
"Mau tidak mau, ini tantangan. Perusahaan-perusahaan saat ini kondisinya wait and see, kalau wajib di Juli mereka pasti wajib ikut ke sana. Jadi buat kita shifting, kita coba optimis menyasar ke individual," jelas dia.
Untuk mendukung itu, Rudi menyebutkan, pihaknya bakal melakukan pengembangan bisnis yang fokus pada individual melalui program Mandiri DPLK Smile. Ini merupakan produk retail yang akan dijual di seluruh cabang Bank Mandiri.
Produk ini akan diluncurkan semester I-2015. Adapun target peserta dari Mandiri DPLK Smile adalah lebih kurang 92.000 peserta dari seluruh cabang Bank Mandiri dengan target dana kelolaan Rp 458 miliar.
"DPLK ini nanti bisa dijangkau, target usia 18-30 tahun, untuk anak muda sebagai edukasi juga. Hanya dengan Rp 100.000 sudah bisa beli," katanya.
Dia menambahkan, berdasarkan data asosiasi dana pensiun, jumlah pekerja yang memiliki dana pensiun baru 12 juta dari total 121 juta pekerja yang produktif.
"Jadi yang terserap di BPJS hanya 10%, ini potensi market masuk ke ritel, kita juga edukasi. Bukan menunggu dekat pensiun baru mau investasi. Ini ditujukan sebagai lifestyle anak muda," papar Rudi.
(drk/hds)











































