OJK Ingin Banyak BUMN Melantai di Bursa

OJK Ingin Banyak BUMN Melantai di Bursa

- detikFinance
Jumat, 16 Jan 2015 20:10 WIB
OJK Ingin Banyak BUMN Melantai di Bursa
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memanfaatkan pembiayaan jangka panjang dari pasar modal. Ini bisa dilakukan dengan penjualan saham atau surat utang (obligasi).

"Kami menginginkan agar jumlah perusahaan, termasuk BUMN, yang memanfaatkan pendanaan melalui pasar modal di Indonesia. Baik berupa penjualan atau penerbitan ekuitas maupun surat utang," kata Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, dalam pidatonya saat Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2015 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/1/2015).

Menurutnya, industri jasa keuangan telah melewati 2014 dengan kinerja yang baik. Namun diharapkan perlu terus menyiapkan dan meningkatkan kemampuannya menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan di tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, OJK pada tahun ini akan mengarahkan industri jasa keuangan pada beberapa hal yaitu mengoptimalkan peran sektor jasa keuangan dalam meningkatkan kegiatan perekonomian, daya tahan sektor keuangan, mewujudkan stabilitas perekonomian, dan mendukung pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan akses keuangan dan kemandirian finansial masyarakat dalam mendukung pemerataan pembangunan.

Muliaman menjelaskan, untuk mengoptimalkan peran sektor jasa keuangan dalam meningkatkan kegiatan perekonomian nasional, OJK mengharapkan pelaku jasa keuangan memanfaatkan momentum reformasi struktural yang sudah dimulai pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Bisa dengan menyediakan infrastruktur dasar dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan di berbagai daerah," ujarnya.

Selain itu, di sektor pasar modal, OJK juga telah menyiapkan inisiatif lain dalam meningkatkan pendalaman pasar modal terutama di sisi penawaran (supply).

"Dengan penyederhanaan proses penawaran umum, perluasan jenis produk investasi untuk pembiayaan sektor tertentu, dan peningkatan kualitas profesi, lembaga penunjang, perusahaan efek, dan manajer investasi," pungkasnya.

(drk/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads