"Pemerintah baru ini sangat serius melakukan segala perbaikan di bidang ekonomi. Berbagai kebijakan telah diambil dalam periode singkat. Selama 100 hari, baru rasanya telah banyak yang dilakukan dalam rangka perbaikan struktur ekonomi dan fiskal," kata Sofyan saat Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2015 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/1/2015).
Misalnya seperti kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah telah mencabut subsidi premium dan menerapkan subsidi tetap untuk solar sebesar Rp 1.000 per liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kata Sofyan APBN sudah bisa terprediksi dengan tepat. Risiko gejolak akibat subsidi BBM pada APBN sudah dapat terhindarkan.
"Dengan demikian fiskal akan menjadi lebih bisa diprediksi dalam APBN. Kemudian ada ruang fiskal yang cukup besar dan bisa digunakan untuk membangun infrastruktur," jelas Sofyan.
(mkl/hen)











































