Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ingin Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya atau BI rate menyusul kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM, elpiji, dan semen. Kemarin, BI masih mempertahankan BI rate di angka 7,75%.
"Beruntung bulan ini tidak naik BI rate nya. Mudah-mudahan tahun ini bisa turun, kalau pemerintah kasih sinyal turun, bank juga kasih sinyal dong," ujar JK di Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2015 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bersyukur benar walaupun keadaan agak sulit sedikit tapi kita terus bertumbuh. Kita perlu pertumbuhan lebih dari 5%. Kita ada budget tapi masa tidak bisa lebih tinggi pertumbuhan ekonominya," jelasnya.
JK mengatakan Indonesia tidak perlu punya kekhawatiran berlebihan terhadap kondisi ekonomi global. Saat ekonomi Amerika Serikat (AS) membaik bukan berarti kondisi ekonomi Indonesia harus terpuruk. Malah sebaliknya, Indonesia harus bisa lebih baik lagi.
"Dulu 1998 ekonomi AS sulit, terus ekonomi kita sulit karena ekonomi AS sulit, sekarang ekonomi AS naik, kita juga sulit karena ekonomi AS membaik, kita harus ikut naik," tandasnya.
(drk/hen)











































