Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mendorong agar peluang dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Pembiayaan yang bisa dilakukan antara lain untuk pengadaan mesin kapal bagi nelayan.
Saat ini, pembiayaan untuk sektor perikanan baru mencapai Rp 1,7 triliun atau 0,7% dari total kredit yang disalurkan industri pembiayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firdaus mengatakan untuk menggali potensi bisnis pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan, OJK telah membuat kelompok kerja terdiri dari anggota asosiasi perusahaan pembiayaan dengan tugas, antara lain:
- Merumuskan model pembiayaan
- Melakukan analisis pasar
- Melakukan assessment kelayakan usaha
- Menyusun database kelayakan usaha
- Menyusun proses bisnis
"Untuk dapat memaksimalkan potensi tersebut diperlukan pembiayaan yang sangat besar. Di sini industri keuangan non bank dapat turut berperan," katanya.
Ia mengakui peran sektor perbankan dan non bank dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan masih minim. Pembiayaan yang disalurkan perbankan dan non bank masih sangat minim.
"Kredit perbankan untuk sektor maritim dan perikanan hanya Rp 67,33 triliun atau 1,85% dari total keseluran kredit perbankan sekitar Rp 3.000 triliun," katanya.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Juga hadir sekitar 200 perwakilan perusahaan pembiayaan termasuk asuransi hingga perbankan, antara lain perwakilan WOM finance, Mega Multi Finance, BCA Finance, BSI Finance dan lainnya. Selain itu, perwakilan perusahaan asuransi juga hadir yaitu Jasindo, Askrindo, asuransi Sinarmas dan lainnya.
(hen/hds)











































