Di sisi lain, program pemerintah melalui kepesertaan BPJS juga sudah mengcover kesehatan para peserta asuransi yang preminya juga murah dengan klaim maksimal.
Lalu, perlukah membeli asuransi lain meskipun sudah punya BPJS? Perencana Keuangan Safir Senduk mencoba memberi pandangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, kalau ditanya perlu nggak beli asuransi mikro (kesehatan), sementara semua sudah tercover BPJS, jawabannya secara proteksi cukup BPJS," ujarnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (10/2/2015).
Namun saat ini, kata Safir, asuransi dibeli bukan hanya untuk proteksi saja tapi juga sebagai investasi atau sebagai penghasilan tambahan.
"Mungkin banyak orang yang punya lebih dari satu asuransi, dijadikan investasi, kan ada yang double klaim, meskipun sudah dibayar BPJS, tapi asuransi lain tetap membayarkan klaimnya secara tunai, jadi uangnya bisa buat tambahan," terang dia.
Meski demikian, tambah Safir, selalu ada peluang dalam setiap bisnis yang dijalani perusahaan.
Asuransi mikro banyak produknya, ada asuransi kebakaran, kebanjiran, dan kecelakaan.
Setiap perusahaan asuransi yang menjual asuransi kerugian, biasanya mereka menawarkan asuransi tambahan yaitu kerugian akibat banjir, biasanya ada tambahan premi tapi tidak banyak.
"Itu bisa motor, mobil, atau rumah. Ini juga bisa disarankan sebagai antisipasi intensitas musim hujan, kemungkinan ada kerusakan motor, mobil, atau rumah akibat banjir selalu ada," katanya.
Safir menjelaskan, meskipun bisnis asuransi mikro tidak bisa menyasar keuntungan yang besar, namun pembelian dalam jumlah besar akan bisa menutup biaya operasional.
"Yang namanya bisnis macam-macam. Misalkan jual onderdil motor, laku, banyak yang beli, volume nya besar tapi untungnya tipis. Jadi sama halnya dengan asuransi mikro, ini salah satu upaya untuk menyasar bisnis lain yang tidak dijual semua perusahaan asuransi. Yang jadi pertanyaan, masyarakat yang disasar, sadar atau belum soal asuransi. Asuransi mikro juga bisa mengambil kesempatan apa yang tidak ditawarkan di BPJS seperti kebakaran, kebanjiran, dan lain-lain," jelas dia.
Yang pasti, tambah Safir, perlu edukasi dan sosialisasi yang baik agar perkembangan asuransi mikro ini tepat sasaran.
"Kesimpulannya ini hanya soal strategi dagang. Harus berani memberi tawaran yang berbeda. Jadi, asuransi mikro perlu sosialisasi dan edukasi agar produk asuransi mikro semakin laku," imbuhnya.
(drk/ang)











































