Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengaku, persoalan merger diserahkan kepada pemerintah selaku pemegang saham.
"I don't know, tanya Pak Sofyan Djalil (Menko Perekonomian), Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan), Pak Jokowi (Presiden RI Joko Widodo). Kita tidak mau mendahului pemegang saham," katanya saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (11/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makin banyak ditanya makin nggak jadi, kalau terlalu banyak ditanya, diteror, kita nggak kerja-kerja, jadi lebih baik kerja dulu," ucap dia.
Yang paling penting, Budi mengatakan, pihaknya fokus untuk menggenjot kredit dalam rangka pembiayaan infrastruktur.
"Kalau ditanya wartawan gampang jawabnya, kalau ditanya pejabat kan susah, harus bikin paper, dan lain-lain. Mending kerja genjot kredit untuk bangun infrastruktur, listrik jalan," ungkap dia.
Namun begitu, Budi menambahkan, mau tak mau jika pemerintah menugaskan untuk dilakukan merger atas dua bank tersebut, pihaknya hanya bisa menjalani.
"Kalau disuruh ya jalanin, kalau nggak ya nggak," pungkasnya.
(drk/ang)











































