"BI melihat dan meyakini bahwa pengendalian inflasi untuk terjaga rendah dan stabil mengarah kepada di bawah 4%. Ini suatu kondisi yang akan terus dijaga dengan adanya upaya pemerintah," kata Agus dalam jumpa pers di kantor BI, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Agus pun membantah ada tekanan dari pemerintah agar BI menurunkan suku bunga. "Tidak ada. BI melakukan dalam kajian berdasarkan fakta dan data," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 1 Januari 2015, pemerintah memang mengaitkan harga BBM jenis Premium dan Solar dengan harga pasar atau keekonomiannya. Subsidi Premium sudah dicabut, dan Solar diberikan subsidi tetap (fixed subsidy) Rp 1.000/liter.
"Sekarang harga BBM itu terkait harga minyak dunia, dan floating. Harga minyak turun signifikan, dan inflasi ini bisa di level bawah. Kan ditargetkan 4% plus minus 1," kata Mirza.
(hds/hen)











































