Adalah Herve Falciani, analis IT HSBC, yang membuat dokumen rahasia itu menyeruak ke permukaan. Pada 2006-2007, dia memperoleh data lebih dari 100.000 nasabah kaya di 200 negara.
Mengutip kantor berita BBC, Senin (23/2/2015), banyak di antara nasabah itu yang merupakan sosok terkenal. Baik di dunia bisnis, film, musik, olahraga, sampai anggota keluarga kerajaan di beberapa negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, data dari Falciani kerap disebut sebagai Lagarde List. Bahkan Lagarde membagikan data itu kepada pemerintah negara-negara lain.
Berdasarkan dokumen rahasia HSBC yang diretas (hack) oleh Falciani, ada 4 hal yang mengemuka yaitu:
- HSBC secara rutin memperbolehkan klien mengambil dana melalui kartu kredit di luar negeri, biasanya dengan mata uang asing yang jarang digunakan.
- Secara agresif memasarkan skema agar klien-klien kaya bisa menghindari pajak yang berlaku di Eropa.
- Menyembunyikan rekening 'hitam' dari otoritas pajak.
- Membuatkan rekening bagi para pelaku kejahatan, pengusaha korup, dan orang-orang berisiko.
Beberapa klien yang disebutkan dalam dokumen tersebut antara lain 11.235 berasal dari Swiss, 9.187 dari Prancis, dan 7.000 dari Inggris. Otoritas Prancis menyebutkan, 99,8% warga negara mereka yang ada di daftar tersebut kemungkinan menghindari pajak.
(hds/dnl)











































