"Saya banyak mendapat laporan-laporan salah satunya seperti di NTT. Banyak yang terkena penipuanβ produk-produk investasi, yang kita kenal investasi bodong. Dan itu korbannya justru orang-orang dewasa. Kalau orang dewasa saja bisa kena tipu, apa lagi anak-anak?" Kata Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Muliaman D Hadad.
Hal itu disampaikan Muliaman dalam sambutannya pada acara peluncuruan buku OJK di SMP Lab School Kebayoran, Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (23/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa kita ajari orang dengan satu seminar. Satu pertemuan langsung mengerti. Memang butuh proses panjang, makanya kami masuk pendidikan formal dengan buku pelajaran ini," ujarnya.
Buku yang diterbitkan OJK ini terdiri dari 3 seri berdasarkan level pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menenangah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Di tingkat SMA, buku ini masuk mata pelajaran Ekonomi untuk kelas 10, 11 dan 12. Sementara di tingkat SMP buku ini masuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 7, 8 dan 9.
"Untuk SD mulai disusun tahun ini. Itu yang sederhana seperti mengenal uang dan sebagainya," pungkas dia.β
(dna/ang)











































