Malaysia Tegaskan Takkan Revisi Pematokan Ringgit
Kamis, 03 Feb 2005 11:47 WIB
Jakarta - Deputi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menegaskan, pemerintahannya tidak akan merevisi pematokan mata uangnya terhadap dolar AS di masa yang akan datang. Alasannya, Ringgit Malaysia belum mengalami undervalue dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya. Berbicara dalam konferensi tentang outlook ekonomi Malaysia, Najib menegaskan, pematokan Ringgit diperlukan untuk memberikan stabilitas dan daya saing bagi ekspor Malaysia. "Penilaian kami yang terbaru adalah bahwa Ringgit tidak secara significan mengalami undervalue dibandingkan dengan mata uang regional lainnya," ujar Najib seperti dilansir AP, Kamis (3/2/2005).Najib menambahkan, adanya harapan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan juga bangkitnya lingkungan ekspor membuat pemerintah Malaysia percaya bahwa pematokan Ringgit akan terus berlanjut. "Ini dimaksudkan untuk memberikan hal-hal yang sangat dibutuhkan yakni kemampuan prediksi dan daya saing ekspor Malaysia," tegas Najib.Sebelumnya, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad menyerukan bahwa kebijakan pematokan Ringgit sudah waktunya direview karena melemahnya dolar AS saat ini telah membuat impor Malaysia menjadi mahal. Padahal Mahathir adalah orang yang menetapkan pematokan Ringgit sebesar 3,8 terhadap dolar AS enam tahun yang lalu. Pematokan itu sendiri telah berhasil membuat Malaysia bangkit dan ekonominya stabil pasca krisis ekonomi Asia pada tahun 1997-1998. Namun dalam beberapa bulan terakhir Ringgit terus terdepresiasi terhadap mata uang utama dunia lainnya. Pada tahun lalu Ringgit tercatat melemah terhadao Euro sebesar 4,1 persen, terhadap Pound 5,1 persen dan terhadap Yen 3,2 persen. Banyak kalangan yang berspekulasi bahwa Malaysia akan membiarkan Ringgit menguat pada tahun ini. Sejumlah ekonom juga memberikan rekomendasi serupa karena dengan menguatnya Ringgit akan membuat posisi ekonomi Malaysia lebih kuat dan pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa berlanjut. Para ekonom berpendapat, nilai Ringgit yang paling pas saat ini adalah antara 3,3 sampai 3,5 kali terhadap dolar AS.
(qom/)











































