Bos BCA: Kita Nggak Bisa Kasih Banyak Buat Infrastruktur

Bos BCA: Kita Nggak Bisa Kasih Banyak Buat Infrastruktur

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2015 17:29 WIB
Bos BCA: Kita Nggak Bisa Kasih Banyak Buat Infrastruktur
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA
Jakarta - PT Bank Sentral Asia Tbk (BBCA) masih belum terlalu tertarik untuk berkontribusi membiayai proyek-proyek infrastruktur yang tengah digenjot pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, pembiayaan di sektor infrastruktur merupakan pembiayaan jangka panjang sementara perbankan lebih cocok untuk pembiayaaan jangka pendek.

"Kendala umum adalah proses pengembalian dana dan pembangunan infrastruktur yang lama," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Dia menjelaskan, pihaknya perlu melihat rincian proyek infrastruktur yang akan dibiayai agar bisa mengukur sejauh mana risiko dan pengembalian dana. BCA juga perlu melihat potensi ekonomi infrastruktur tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soal infrastruktur, kita harus lihat dalam bentuk apa. Ada power plant, pelabuhan, kereta api. Kita sudah ada pengalaman di jalan tol Cipularang, Makassar, dan LSM (Cikampek-Palimanan). Jadi kita akan lihat project by project," jelas dia.

Selama ini, kata Jahja, pendanaan BCA bersifat jangka pendek seperti giro, deposito, dan tabungan. Jika dipaksakan masuk infrastruktur, maka akan terjadi ketidakcocokan atau missmatch.

"Kita funding dari giro, deposito, tabungan paling lama 1 tahun. Setahun saja nggak sampai 5%. Kebanyakan di 3-6 bulan. Jadi struktur funding kita nggak bisa kasih banyak buat infrastruktur dan jangka panjang. Infrastruktur paling dari obligasi itu bisa 5, 8, 10 tahun, itu bisa match. Tapi kalau obligasi cost-nya relatif tinggi, jadi untuk memberi dana murah ke infrastruktur kendala juga," paparnya.

(drk/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads