"Kendala umum adalah proses pengembalian dana dan pembangunan infrastruktur yang lama," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (5/3/2015).
Dia menjelaskan, pihaknya perlu melihat rincian proyek infrastruktur yang akan dibiayai agar bisa mengukur sejauh mana risiko dan pengembalian dana. BCA juga perlu melihat potensi ekonomi infrastruktur tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, kata Jahja, pendanaan BCA bersifat jangka pendek seperti giro, deposito, dan tabungan. Jika dipaksakan masuk infrastruktur, maka akan terjadi ketidakcocokan atau missmatch.
"Kita funding dari giro, deposito, tabungan paling lama 1 tahun. Setahun saja nggak sampai 5%. Kebanyakan di 3-6 bulan. Jadi struktur funding kita nggak bisa kasih banyak buat infrastruktur dan jangka panjang. Infrastruktur paling dari obligasi itu bisa 5, 8, 10 tahun, itu bisa match. Tapi kalau obligasi cost-nya relatif tinggi, jadi untuk memberi dana murah ke infrastruktur kendala juga," paparnya.
(drk/hds)











































