Jokowi Ingin ATM Bank BUMN Disatukan, Ini Kata Direktur Mandiri

Jokowi Ingin ATM Bank BUMN Disatukan, Ini Kata Direktur Mandiri

- detikFinance
Jumat, 06 Mar 2015 18:13 WIB
Jokowi Ingin ATM Bank BUMN Disatukan, Ini Kata Direktur Mandiri
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar ATM milik bank-bank BUMN disatukan. Tujuannya menurunkan biaya operasional, yang ujungnya bisa membuat bank memangkas suku bunga.

Pahala Mansuri, Managing Director of Finance & Strategy PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), mengatakan pihaknya masih mempelajari kemungkinan tersebut. Pasalnya, masing-masing bank BUMN sudah punya ribuan ATM.

"Kita masih jajaki bentuk penyatuannya seperti apa. Feasible atau nggak, akan kita bicarakan dulu formatnya. Kan kita punya ATM masing-masing, Mandiri sendiri ada 15.000. Kita lihat dulu," paparnya kala ditemui di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (6/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pahala, sebenarnya ATM antar bank saat ini sudah terhubung baik melalui jaringan ATM Bersama, Link, dan sebagainya.

"Itu kan sudah jalan. Tapi nanti kita jajaki format yang lebih bisa dikonsolidasikan lagi," katanya.

Namun, Pahala mengakui bahwa penyatuan ATM bisa mengurangi biaya operasional perbankan. Pasalnya, biaya pengadaan dan pemeliharaan ATM menjadi salah satu pengeluaran yang besar tiap tahunnya meski Pahala tidak menyebutkan angka yang pasti.

"Setiap tahunnya salah satu infrastruktur yang besar adalah ATM yang kita invest. Memang potensial mengurangi cost," ungkapnya.

Walau begitu, Pahala menekankan wacana ini masih perlu diskusi lebih lanjut. Masih banyak hal yang perlu dibahas.

"Misalnya perlu ada pengaturan nanti ATM ini siapa yang akan dapat fee-nya. Iya, masih perlu diskusi lagi," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Jokowi sempat memanggil petinggi bank-bank BUMN ke Istana Negara. Rini Soemarno, Menteri BUMN, mengungkapkan salah satu permintaan Jokowi adalah agar bank-bank pelat merah bisa menurunkan biaya operasionalnya.

"Beliau (Jokowi) menekankan bagaimana ini operational cost-nya dari perbankan bisa diturunkan nggak? Kenapa bank-bank BUMN harus berinvestasi untuk ATM sendiri-sendiri? Kenapa kalau tidak bersama-sama, sehingga itu menurunkan cost. Jadi dengan demikian, beliau mengharapkan kalau cost itu turun, otomatis bunga pinjaman itu bisa turun," papar Rini.

(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads