Email yang dikirim biasanya permintaan untuk memperbarui data nasabah mengatasnamakan salah satu bank. Si pelaku memberikan tautan (link) khusus.
Link tersebut akan membuka halaman situs yang mirip dengan tampilan situs resmi bank yang bersangkutan. Di situ nasabah diminta memasukan berbagai data, mulai dari nomor rekening sampai PIN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solusi ketika menghadapi persoalan ini adalah secepatnya menghubungi contact center bank yang bersangkutan. Jadi nasabah harus memiliki nomor layanan pelanggan bank.
"Simpan contact center bank masing-masing, jadi kalau ada apa-apa langsung telepon," kata Head of Halo BCA Nathalya Wani Sabu di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Bank, lanjut Nathalya, bisa melihat alur transaksi yang terjadi. Bila ada transaksi yang dinilai janggal, maka bank berhak untuk melakukan penundaan transaksi selama 5 hari kerja.
"Dari customer service itu bisa melihat. Kita boleh melakukan penundaan transaksi selama 5 hari kerja bila ada pengaduan," jelasnya.
Dengan demikian, tambah Nathalya, nasabah akan terhindar dari kerugian. Bank juga sekaligus bisa melacak pelaku kejahatan untuk dapat diproses secara hukum.
"Pas telepon, cepat-cepat itu dana bisa segera dikembalikan dan rekening bisa juga diblokir dengan cepat," tegasnya.
(mkl/hds)











































