"Jelas orang Amerika Serikat sekarang sangat percaya diri dan berani untuk bertransaksi. Sayangnya, mereka mengeluarkan uang yang mereka sebenarnya tak punya," kata Jill Gonzalez, juru bicara CardHub sebuah lembaga survei kartu kredit, dikutip dari CNBC, Rabu (11/3/2015).
Nilai utang kartu kredit ini terus naik selama 5 tahun berturut-turut, setelah turun senilai US$ 1 juta di 2009 pasca krisis ekonomi. Gonzalez mengatakan, saat itu, orang AS sadar adanya krisis ekonomi yang membuat mereka memangkas belanja, khususnya di ritel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kuartal IV-2014, total utang kartu kredit mencapai US$ 45 miliar. CardHub juga memproyeksikan, utang itu akan semakin melonjak hingga US$ 60 miliar di tahun ini.
Tren kartu kredit tidak sepenuhnya suram, karena kewajiban membayar utang yang rendah selama 6 tahun di 2014. Namun, rata-rata rumah tangga punya saldo tabungan hingga US$ 7.200 di akhir 2014. Angka itu semakin mendekati nilai US$ 8.100.
Nilai total utang yang melonjak terus ini, turun dibanding sebelum resesi 2008, namun terus merangkak selama beberapa bulan terakhir. Di Desember 2007, angka tagihan utang total masyarakat AS mencapai US$ 1 triliun. Januari ini mencapai US$ 867 miliar, naik dari tahun sebelumnya US$ 839 miliar.
(zul/dnl)











































