The Central Bank of Russia (CBR) akan memotong tingkat suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin menjadi 14%. Akhir Januari lalu, suku bunga Rusia sudah dipangkas dari 17% menjadi 15%.
Kabar ini direspons dengan menguatnya nilai tukar ruble terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dalam keterangan tertulis atas rencana pemangkasan suku bunga ini, CBR menyatakan langkah ini diambil untuk mereda gejolak ekonomi yang selama ini terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pandangan kami, ekonomi Rusia masih akan masuk resesi tahun ini. Makanya bank sentral masih berani memangkas bunga cukup dalam," ujar Kepala Riset Renaissance Capital, Dan Salter, seperti dikutip CNBC, Jumat (13/3/2015).
Akhir tahun lalu, Rusia justru menaikkan suku bunga secara mengejutkan dari 10,5% menjadi 17%. Waktu itu, CBR ingin menahan pelemahan ruble sambil melawan inflasi.
Langkah bank sentral tersebut dikritik oleh petinggi pemerintahan Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin. Memang dalam satu tahun terakhir nilai tukar ruble waktu itu sudah anjlok hingga 70% terhadap dolar AS.
Hal tersebut terjadi akibat sanksi yang diberikan negara-negara barat kepada Rusia pasca konflik dengan Ukraina.
(ang/hen)











































