Jelang krisis, The Fed dipimpin oleh Alan Greenspan. Dia menjabat sebagai Gubernur The Fed pada 1987-2006 alias 19 tahun.
Greenspan sering dicap sebagai penyebab krisis subprime mortgage. Kebijakan moneter longgar yang dianutnya membuat perekonomian AS bergerak 'liar' dan akhirnya menjadi senjata makan tuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apapun hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan simpanan masyarakat adalah tujuan dari negara ini."
Kalimat-kalimat tersebut adalah perwujudan dari karakter Greenspan. Dia pun percaya bahwa pasar keuangan bisa mengatur dirinya sendiri sehingga tidak perlu banyak intervensi dari pemerintah atau bank sentral.
Berbagai produk derivatif rumit yang tidak jelas mana pangkal dan ujungnya menjadi salah satu warisan Greenspan. Perlahan, terbentuklah 'gelembung' (bubble) di pasar keuangan karena pertumbuhan yang terlalu cepat.
Akhirnya bubble itu meletus pada 2007. Penyebabnya adalah kredit perumahan yang macet karena orang-orang tanpa penghasilan, pekerjaan, dan aset (No Income, No Job and Asset/NINJA) bisa mendapatkannya. Padahal, kredit perumahan itu sudah 'dibungkus' menjadi instrumen investasi yang dijual di pasar keuangan.
Inilah asal mula krisis 2007-2008 yang oleh banyak orang dianggap sebagai kesalahan Greenspan karena terlalu bebas. Orang yang harus kena getahnya adalah Ben Bernanke, Gubernur The Fed periode 2006-2014. Pelaku pasar menganggap Bernanke harus 'mencuci piring' di pesta yang digelar Greenspan.
Tidak seperti Greenspan, Bernanke lebih kalem dan konservatif. Dia pun menyatakan negara tidak tinggal diam kala resesi melanda AS, dan memastikan berbagai regulasi akan diterapkan.
"Semakin banyak arahan yang diberikan bank sentral kepada publik, maka pelaku pasar akan bersikap rasional. Investor akan melakukan hal-hal yang memang sepantasnya."
"Tugas The Fed adalah melakukan hal yang benar, langsung mengatasi masalah di pusatnya. Ada kalanya itu berarti menjadi tidak populer, tetapi kami harus melakukan hal yang benar."
Melihat kalimat-kalimat tersebut, tone atau stance The Fed di masa kepemimpinan Bernanke jauh berbeda dibandingkan Greenspan. Dengan fondasi ini, Bernanke berhasil mengeluarkan AS dari jurang resesi terdahsyat sejak Great Depression pada 1930-an.
Tampuk kepemimpinan The Fed pun kemudian berganti ke tangan Janet Yellen. Sejak Februari 2014, Yellen resmi menjadi Gubernur The Fed pengganti Bernanke.
Kala Yellen 'berkuasa', AS tengah masuk ke era pemulihan ekonomi. Bahkan AS seakan menjadi lokomotif, karena negara-negara lain justru mengalami perlambatan ekonomi.
"Bagi saya, kebijakan yang benar adalah sesekali membiarkan inflasi naik. Bahkan bila inflasi sedang berada di bawah target."
"Saya bukan tipe orang yang hanya memikirkan target inflasi. Bank sentral juga harus memikirkan kondisi ketenagakerjaan."
"Kita adalah pemuja kapitalisme, tetapi di sisi lain kami juga percaya bahwa intervensi negara akan membuat pasar akan bekerja lebih baik."
Kalau melihat kalimat-kalimat Yellen, sepertinya dia berada di tengah-tengah antara Greenspan dan Bernanke. Yellen adalah Gubernur The Fed yang lahir dari era kebangkitan AS setelah terpuruk, sehingga dia memahami pentingnya mekanisme pasar yang diselingi campur tangan negara.
(hds/ang)











































