Wakil Menteri Luar Negeri (Wamnelu) Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Saud bin Khalid, menemui Wamenlu AM Fachir di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat.
"Nah, secara khusus tadi Menlu meminta dukungan Wamenlu (Arab Saudi) untuk bisa beroperasinya BNI di sana," ujarnya, Kamis (19/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena sebenernya ini sudah kesepakatan understanding tahun 2012. Pada waktu pertemuan di Bali itu pada tingkat Dirjen, itu sebenernya Saudi berjanji bakal fasilitasi bisa beroperasinya BNI," jelasnya.
Dengan adanya bank dalam negeri yang buka kantor cabang di Arab Saudi, maka akan banyak warga Indonesia yang diberi kemudahan. Bukan hanya kemudahan pelayanan perbankan, tapi juga hingga kebutuhan kredit.
"Karena BNI itu tidak hanya dari sisi untuk memberikan pelayanan, tetapi juga bisa financing. Bayangkan misalnya kalau, katakanlah WIKA (PT Wijaya Karya Tbk) bisa dapat proyek di sana, financing-nya dari BNI. Antara lain seperti itu," katanya.
Pada 2013 lalu, Dirut BNI saat itu Gatot Suwondo pernah memberi bocoran bahwa cabang BNI di Arab Saudi akan terletak di tiga kota, yaitu Jeddah, Mekkah, dan Madinah.
Sebelumnya, BNI sudah punya cabang penuh di Singapura, Tokyo, Hong Kong, London, dan New York. BNI juga memiliki cabang pembantu di Osaka, Jepang.
(ang/dnl)











































