Dalam masa kepemimpinannya, Baiquni bakal terus mengembangkan bisnis perseroan. Salah satu fokus utamanya adalah menggenjot penyaluran kredit di sektor infrastruktur, ketahanan pangan, dan maritim yang menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kita lihat program pemerintah antara lain infrastruktur, kita pasti masuk di situ. Baik infrastruktur BUMN maupun swasta. Lalu ada kemaritiman, ketahanan pangan, pasti. Itu termasuk sektor unggulan, ada 8 sektor unggulan infrastruktur prioritas pemerintah," jelas Baiquni saat ditemui di Gedung BRI 1, Jakarta, Kamis (19/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait itu, Baiquni menyebutkan, tahun ini perseroan menargetkan bisa mencapai pertumbuhan kredit hingga mencapai 14-16%. Sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan 13-16%.
Sepanjang 2014, penyaluran kredit BNI mengalami pertumbuhan 10,8% dari Rp 250,6 triliun menjadi Rp 277,6 triliiun.
"Saya berusaha untuk mencapai target yang sudah dibuat yaitu 14-16% kredit, dan 13-16% untuk DPK," sebut dia.
Tak hanya itu, Baiquni juga akan menekan angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross di level 2%.
"Upaya yang dilakukan sementara ini bahwa manajemen selalu melakukan perbaikan, evaluasi kredit, sistemnya disempurnakan dengan kehati-hatian, NPL gross dijaga di 2%. Ke depan akan menuju ke financial center dan impelementasikan strategi yang ada," imbuh dia.
(drk/hds)











































