Penghargaan diserahkan The Asian Banker kepada Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Hery Gunardi pada ajang The Asian Banker Excellence in Retail Financial Service Award di Singapura. Asian Banker menganugerahi penghargaan Best Retail Banking kepada Bank Mandiri setelah pada 2014, Bank Mandiri mampu mencatatkan ROE (Tingkat Pengembalian Ekuitas) 20,95%, memperkuat dana murah dengan porsi mencapai 59,8%, dan sejumlah catatan finansial lainnya.
Hery Gunardi mengatakan, pencapaian ini merupakan momentum bagi Bank Mandiri untuk menjaga dan meningkatkan konsistensi pertumbuhan bisnis di segmen ritel. Demikian dikutip dari siaran tertulis perseroan yang diterima Jumat (20/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chairman of the Excellence in Retail Financial Service Programme Asian Banker Philippe Pailart mengemukakan, proses penilaian program penghargaan perbankan ritel ini berlangsung selama 4 bulan yang melibatkan sejumlah tim peneliti dengan jumlah institusi keuangan yang dinilai mencapai 160 institusi, yang beroperasi di Asia Pacific, Asia Tengah, Timur Tengah, dan Afrika.
"Tim riset Asian Banker mengumpulkan data keuangan dari berbagai negara dan menyeleksinya dengan melibatkan para praktisi terkemuka. Melalui program ini, kami berharap bisnis perbankan ritel di kawasan Asia-Pasifik, khususnya Indonesia, dapat terus berkembang," kata Pailart.
Menurut Hery, hingga 2020, potensi pendapatan perbankan nasional untuk segmen mass affluent, mass market, dan small-medium enterprise (SME) masih sangat baik. Untuk itu, Bank Mandiri akan fokus mengembangkan bisnis di segmen ritel ini melalui penguatan jaringan mikro di seluruh Indonesia, memperbaiki ekosistem retail payment dan memperluas akses pasar untuk SME dan rantai bisnisnya.
"Kami akan mengintegrasikan seluruh jaringan distribusi baik ritel maupun wholesale untuk meningkatkan penetrasi layanan keuangan Bank Mandiri yang tidak terbatas kepada segmen tertentu," ujar Hery.
Pada akhir Desember 2014, laba bersih Bank Mandiri mencapai Rp 19,9 triliun dengan laju pertumbuhan kredit mencapai 12,2% menjadi Rp 530 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 472,4 triliun. Atas kinerja tersebut, aset Bank Mandiri pada akhir Desember 2014 mengalami pertumbuhan year on year sebesar 16,6% menjadi Rp 855 triliun. Total aset itu menjadikan Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Tanah Air.
Memasuki era pasar terbuka ASEAN, Bank Mandiri akan bertransformasi dalam pengembangan bisnis dengan menekankan pada integrasi seluruh potensi Bank Mandiri dan perusahaan anak.
"Melalui integrasi ini, kami meyakini Bank Mandiri akan dapat terus tumbuh secara berkesinambungan untuk merealisasikan visi memakmurkan negeri serta menjadi salah satu bank terbaik di kawasan Asia Tenggara," tutur Hery.
Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri juga terus memacu pembiayaan ke sektor produktif. Hasilnya, pada akhir 2014, kredit ke sektor produktif tumbuh 13,9% mencapai Rp 410,6 triliun. Kredit investasi tumbuh 9,1% dan kredit modal kerja tumbuh 16,7%. Sektor terkait infrastruktur yaitu konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 19,1%, diikuti oleh industri pengolahan sebesar 15,5%.
Dilihat dari segmentasi, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 33,2% menjadi Rp 36 triliun pada Desember 2014. Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat sebanyak 119 ribu nasabah. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 13,6% menjadi Rp 73,4 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik menjadi Rp 636,4 triliun pada akhir 2014 dari Rp 556,3 triliun pada tahun sebelumnya. Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri mencapai Rp 380,5 triliun, yang terutama didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 15,9 triliun hingga mencapai Rp 252,4 triliun.
Hingga Desember 2014, Bank Mandiri telah melakukan penambahan 262 unit kantor cabang menjadi 2.313 unit, pemasangan 3.830 unit ATM menjadi 15.344 unit, pemasangan 40.000 unit Electronic Data Capture (EDC) menjadi 270.352 unit, serta penambahan jaringan bisnis mikro sehingga menjadi 1.833 unit.
(hds/hen)











































