Bank Daerah Pangkas Margin Keuntungan dari 9% Jadi 7%

- detikFinance
Rabu, 25 Mar 2015 14:04 WIB
Jakarta - Perbankan nasional maupun daerah diminta untuk memangkas Net Interest Margin (NIM) atau keuntungan. Pasalnya, suku bunga kredit perbankan saat ini mulai mengkhawatirkan alias sudah terlalu tinggi, dan berpotensi membuat angka kredit macet alias Non Performing Loan (NPL) melonjak.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Eko Budiwiyono mengatakan, pihaknya telah menargetkan kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menurunkan NIM-nya.

"Di regional champion jilid pertama kita sudah punya target NIM itu nggak boleh lebih dari 5,5%, tapi memang masih ada beberapa teman masih di atas itu," ujar dia dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) di kantor Asbanda Menara MTH Lantai 8, Jalan MT Haryono, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Eko menyebutkan, rata-rata NIM BPD saat ini sudah mulai turun di angka 7-8% dari sebelumnya yang mencapai level 9%.

"NIM kita sekitar 7-8% jadi sudah turun, sebelumnya ada yang 9%," sebut dia.

Eko menjelaskan, tingginya NIM yang dipatok tidak terlepas dari tingginya biaya dana.

"Sebenarnya kalau margin yang kita miliki tidak terlalu tinggi karena kan biaya dana kan cukup tinggi. Biaya dana semakin tinggi sementara kita enggak bisa mempertahankan jual kredit di angka yang tinggi, jadi NIM sekarang sudah mulai turun," kata Eko.

(drk/ang)