Masyarakat Indonesia Lebih Suka Menabung Ketimbang Investasi

Laporan dari Hong Kong

Masyarakat Indonesia Lebih Suka Menabung Ketimbang Investasi

- detikFinance
Jumat, 27 Mar 2015 13:46 WIB
Masyarakat Indonesia Lebih Suka Menabung Ketimbang Investasi
Hong Kong - Tingkat pemahaman masyarakat Indonesia soal investasi saat ini masih minim. Mereka lebih suka menabung ketimbang investasi.

Presiden Direktur Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) Legowo Kusumonegoro, minimnya tingkat pemahaman dan ketertarikan masyarakat soal investasi terlihat dari jumlah investor.

Saat ini, jumlah investor di pasar modal masih sangat minim, belum mencapai hingga 500.000 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih sedikit sekali investor pasar modal, belum mencapai 500.000, itu kecil sekali dibanding jumlah penduduk kita, masyarakat Indonesia belom menjadi masyarakat investor tapi masyarakat penabung," ujar Legowo di The Excelsior Hotel,
Causewaybay, Hong Kong, Jumat (27/3/2015).

Padahal, Legowo menyebutkan, tingkat inflasi terus meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut diikuti dengan semakin melambungnya biaya hidup seperti dana pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Sementara menyimpan uang di bank, bunga yang didapat sangat rendah.

"Kalau hanya nabung nggak akan cukup, inflasi saja setiap tahun naik, tahun ini 7%, biaya sekolah kenaikannya 20-30%, biaya kesehatan larinya kenceng banget, jadi kalau cuma nabung nggak kekejar," jelas dia.

Untuk itu, kata dia, perlu edukasi keuangan yang intensif kepada masyarakat agar sadar investasi. Hal ini untuk membuat masa depan lebih terjamin.

"Jadi bagaimana bukan hanya literasi tapi financial inclusion, bukan hanya melek tapi investasi, ini menjadi salah satu yang di appreciate Manulife. Kita hadir di warung kopi, kampus, kantor-kantor, datangi mereka untuk kasih pemahaman soal investasi," imbuh Legowo.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads