Director of Business Development PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Putut Endro Andanawarih mengatakan, hal utama yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi adalah produk dan pengelola investasi haruslah dapat dipercaya dan aman. Jangan tergiur dengan keuntungan yang tinggi sementara produk atau perusahaannya fiktif alias bodong.
"Kebanyakan masyarakat itu kejar return. Banyak kejar return jadi kejeblos, bodong. Jadi harus tahu siapa yang mengelola produknya, service-nya seperti apa," kata dia di The Excelsior Hotel, Causewaybay, Hong Kong, Jumat (27/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesalahan awal investor salah menentukan tujuan investasi, somehow dekat-dekat spekulasi. Ingin investasi sekarang, besok untung. Kita harus punya tujuan untuk masa depan, misalnya pensiun, dana pendidikan anak. Kalau sebagian besar aset kita ditaruh di deposito, rata-rata bunganya 7%, kena pajak jadi 5%, sementara inflasi 7%. Ini nggak akan menutup," terang dia.
Putut menambahkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang perekonomiannya tumbuh dengan baik. Ini akan mendorong pertumbuhan investasi di dalam negeri.
"Ekonomi Indonesia makin bagus, jadi kalau mau investasi ya sekarang. Kita ingin investor membeli produk bukan hanya disuruh, ikut-ikutan, tapi karena kebutuhan," kata Putut.
(drk/hds)











































