Cerita Mukhlis Si Penjual Sembako yang Jadi Agen Bank Mandiri

Cerita Mukhlis Si Penjual Sembako yang Jadi Agen Bank Mandiri

- detikFinance
Sabtu, 28 Mar 2015 18:53 WIB
Cerita Mukhlis Si Penjual Sembako yang Jadi Agen Bank Mandiri
Gowa - Mukhlis Jamaluddin adalah agen dari Bank Mandiri dalam program TabunganMu, yang merupakan turunan dari layanan bank tanpa kantor cabang atau lebih dikenal dengan nama Laku Pandai.

Sebelumnya, Mukhlis hanyalah penjual barang-barang sembako di salah satu toko di Pasar Burung-Burung, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sampai pada awal Maret, Ia dipercaya menjadi agen oleh Bank Mandiri.

"Dari awal bulan, berarti sudah sekitar sebulan menjadi agen," ujarnya di sela-sela aktivitasnya berdagang, Sabtu (28/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menceritakan, awalnya didatangi oleh salah satu karyawan Bank Mandiri untuk ditawari menjadi agen. Mukhlis diberikan pemahaman secara umum tentang tugas dan fungsi agen serta keuntungan yang didapatkannya nanti.

Karena ketertarikannya, Ia menerima tawaran dari bank. Untuk selanjutkan mengikuti proses pembinaan oleh bank agar bisa mengetahui lebih rinci soal cara kerja agen.

Beberapa poin yang harus dipahami agen adalah soal kelembagaan bank dan produk atau jasa bank, penggunaan electronic device untuk melayani transaksi nasabah, pembukuan secara sederhana dan penempatan sejumlah deposit dan atau jaminan.

"Sejak awal mulai sampai sekarang itu sudah hampir 20 orang yang ke sini, untuk mendaftar dan setoran. Paling banyak setoran," tambahnya.

Berhadapan dengan nasabah, Mukhlis mengaku cukup banyak mendapatkan kendala. Misalnya banyak orang yang tidak mengerti dengan skema program ini. Sehingga harus dijelaskan berkali-kali.

"Apalagi ini kan soal uang, jadi sangat sensitif. Jadi harus dijelaskan berkali-kali," terangnya.

Rata-rata pertanyaan yang timbul adalah soal buku tabungan. Tapi sedikit berbeda, bila nasabahnya dari kalangan mahasiswa. Karena sudah lazim dengan penggunaan ATM, maka tak sulit dijelaskan.

"Jadi kalau pedagang pasar itu masalahnya seperti buku tabungan, kalau mahasiswa lebih gampang sih," ungkapnya.

Lalu bagaimana soal meyakinkan agar orang percaya untuk bertransaksi di agen?

"Kalau soal itu memang datang dengan sendirinya. Kita kan sudah lama berjualan di sini. Jadi orang-orang sudah kenal lama dan nggak ragu simpan uang lewat kita," jawabnya.

Mukhlis sekarang mendapat tambahan penghasilan dengan menjadi agen. Untuk pendaftaran nasabah baru, maka akan diberikan imbalan Rp 5.000 per nasabah. Kemudian juga dari tarik tunai, transfer dan transaksi lainnya.

"Kalau tarik tunai itu ada persentasenya. Dari tarif itu, pendapatan buat kita lebih besar dari pada buat bank," tutupnya.

(mkl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads