MMM Mirip Arisan Berantai, Kirim Uang Berharap Dapat Untung 30%

MMM Mirip Arisan Berantai, Kirim Uang Berharap Dapat Untung 30%

- detikFinance
Senin, 30 Mar 2015 12:06 WIB
MMM Mirip Arisan Berantai, Kirim Uang Berharap Dapat Untung 30%
Salah satu iklan MMM di situs media massa
Jakarta -

Skema permainan uang MMM mulai marak lagi. Permainan uang yang diciptakan Sergei Mavrodi ini dinilai mirip dengan arisan berantai yang sempat ramai di tahun 1990-an.

Perencana Keuangan Aidil Akbar mengatakan, Mavrodi secara tegas mengatakan bahwa Mavrodi Mondial Moneybox, atau di Indonesia dikenal dengan Manusia Membantu Manusia (MMM), bukanlah investasi tapi hanya sekedar money game. Sehingga, untung atau rugi itu biasa dalam sebuah permainan.

Maka dari itu, klaim MMM yang menyatakan anggota bisa dapat untung 30% itu tidak sepenuhnya benar, karena begitu tidak ada setoran uang baru maka permainan selesai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini mirip dengan arisan berantai. Bedanya kalau dulu dilepas begitu saja, berharap ada yang transfer. Kalau sekarang ada sistemnya, jadi lebih terstruktur," jelas Aidil kepada detikFinance, Senin (30/3/2015).

Pada tahun 90-an memang sempat ramai yang namanya arisan berantai. Ini adalah arisan yang berkedok kejujuran dan sambung rasa. Orang akan menempelkan nomor rekening di ATM dan berharap ada yang mengirim uang.

Nah, jika ada yang mengirim uang, maka si pengirim akan menulis nomor rekeningnya sendiri dan menunggu kiriman dari orang lain, begitu seterusnya.

Menurut Aidil, skema ini dibuat lebih terstruktur supaya mengurangi risiko kolaps, supaya ada uang yang dikirim terus baik anggota baru maupun lama.

"Kenapa dibikin sistem, supaya piramidanya nggak jatuh dan jalan terus. Untuk bisa men-support harus ada orang baru yang masuk," ujarnya.

Sistem ini mirip skema piramida alias ponzi, karena karena setiap orang berharap ada kiriman uang dari lebih dari satu orang, dan demikian seterusnya.

Sebetulnya istilah ‘piramid’ tidak terlalu tepat di MMM karena bentuk skema ini bertumbuh secara eksponensial (bukan linier seperti piramid). Tapi konsep dasar sama, yaitu makin ke bawah, makin lebar.

Sampai kapan MMM yang tahun lalu kolaps ini bisa bertahan? Simak di berita ini.

(ang/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads