Pertemuan berlangsung di Hotel Kempinsky, Jakarta, pada 31 Maret-2 April 2015. Agendanya antara lain seminar keuangan inklusif, kuliah umum, dan kerja sama oleh beberapa pihak.
Halim Alamsyah, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), mengatakan kehadiran IFSB sejak November 2002 adalah untuk meningkatkan stabilitas industri keuangan syariah. IFSB mengeluarkan standar-standar terkait perbankan, padar modal, dan asuransi syariah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan tema keuangan inklusif yang diangkat, menurut Halim, isu tersebut adalah kebutuhan banyak negara di dunia.
"Negara-negara sudah menganggap sebuah keharusan untuk meningkatkan akses jasa keuangan. Salah satunya untuk mengejar pembiayaan kepada pembiayaan usaha mikro," jelasnya.
Jasem Ahmed, Sekretaris Jenderal IFSB, menambahkan pentingnya mendorong keuangan yang inklusif agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati akses keuangan. Dengan begitu, ekonomi dapat tumbuh lebih merata.
IFSB, kata Ahmed, akan terus mengeluarkan berbagai aturan untuk mendorong keuangan inklusif. Begitu juga dengan produk-produk yang dikeluarkan dan bermanfaat untuk masyarakat.
"Kita terus mendorong agar keuangan inklusif dapat merambah semua masyarakat di semua negara," kata Ahmed.
(mkl/hds)











































