Hal ini yang terjadi dengan permainan uang (money game) MMM, singkatan dari Mavrodi Mondial Moneybox, atau di Indonesia dikenal dengan Manusia Membantu Manusia.
Skema permainan uang berkedok komunitas ini mengajak masyarakat untuk menyetor sejumlah uang ke beberapa rekening (atau istilah mereka provide help/PH), dan nanti berharap ada sejumlah rekening juga yang menyetor uang kepada mereka (get help/GH) dengan keuntungan 30%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad, merasa masih harus melakukan edukasi terhadap masyarakat atas tawaran permainan uang yang menyesatkan seperti MMM ini.
"Dari kacamata perlindungan konsumen dan edukasi itu penting. Tapi di satu sisi kita perlu terus lakukan edukasi kepada masyarakat agar tak mudah, atau istilahnya, lebih selektif di dalam memilih kalau memang ada niat investasi di bidang keuangan," katanya.
Muliaman mengungkapkan hal itu usai pidato di Enhanching Financial Inclusion through Islamic Finance, Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Menurut Muliaman, penawaran investasi atau permainan uang macam MMM akan selalu ada selama masih ada orang tergiur. Maka untuk bisa mengurangi keberadaan tawaran ilegal itu harus kesadaran masyarakat sendiri untuk mau menolak.
"Jadi penawaran tetap saja ada, karena memang ada permintaan. Evaluasi akan dilihat, kita edukasi supaya masyarakat bisa lebih selektif," katanya.
Tahun lalu skema permainan MMM ini sempat bermasalah karena sudah tidak banyak orang yang menyetor uang, sementara para anggota yang menanti setoran uang sudah terlalu banyak.
Waktu itu, MMM hanya bertahan sekitar dua tahun saja. Lalu MMM yang sekarang ini bisa bertahan sampai kapan?
Masih belum paham dengan cara kerja MMM alias ponzi atau piramida? Cek di berita ini.
(mkl/ang)











































