Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjalin kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencegah dan memberantas praktik korupsi di industri keuangan.
Ketua Sementara KPK, Taufiequrachman Ruki, mengajak seluruh pelaku industri keuangan untuk memberantas korupsi bersama-sama, karena korupsi tidak akan hilang jika hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja.
"Mari bersama-sama melawan korupsi. Jujur saja, susah untuk kita mencapai kemenangan kalau tidak disertai dengan tekad yang kuat," ujar Ruki dalam pidatonya di acara Relaunching Whistleblowing System (WBS) OJK dan Penandatanganan Pernyataan Komitmen Pengendalian Gratifikasi yang dilanjutkan dengan diskusi terkait Governance, Risk and Compliance Forum 2015, di Menara Merdeka, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korupsi itu susah sekali diberantas. Kita sejak zaman kemerdekaan berbagai upaya memberantas korupsi ini harus saya katakan tidak mencapai hasil optimal, gagal ya tidak, tapi tidak optimal," jelasnya.
"Bahkan KPK sendiri jatuh bangun dibuatnya, sehingga saya yang sudah menikmati masa-masa pensiun yang seharusnya tenang ternyata atas rekomendasi harus turun kembali, sekarang KPK situasinya berubah dan lebih berat," ujarnya.
Ia menambahkan, jasa keuangan merupakan industri yang mengutamakan kepercayaan alias trust. Sehingga jika kepercayaan ini dirusak oleh praktik korupsi, maka industrinya bisa langsung kolaps.
"Korupsi di industri jasa keuangan, sesuatu yang sangat berbahaya kalau enggak dipotong sejak awal karena dasarnya adalah kepercayaan, apalagi industri ini terus berkembang, kompetisinya ketat," jelasnya.
(ang/dnl)











































